Silat Beksi Dan Tokoh-Tokohnya Di Petukangan Sekelumit sejarah yang ditorehkan lewat tinta digital Semoga tak lekang oleh waktu, tak lapuk dilarut zaman Meninggalkan jejak tegas di lintas generasi Mengokohkan sanubari menerjang dekadensi Tak pelak lagi hadirkan genggaman energi Menyibak gelombang erosi zaman Mengibas sapuan badai yang menghantam moral (Abdul Aziz AS, Seniman Bekasi) Baru terbit buku baru dari Seri Pustaka Pencak Silat kerjasama O'ong Maryono Pencak Silat Award dan Yayasan Pustaka Obor mengenai Tokoh-Tokoh Silat Beksi. Buku Silat Beksi Dan Tokoh-Tokohnya Di Petukangan mengulas mengenai perkembangan Silat Beksi di daerah Petukangan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Muncul tokoh-tokoh yang diyakini dan didukung oleh masyarakatnya, sebagai penyebar Silat Beksi di seantero Jakarta Raya. Melalui system pembelajaran yang cukup pakem dan ketat, jurus-jurus yang tidak begitu rumit tetapi aplikatif, serta lapisan rohani yang kental, menjadikan Silat Beksi suatu seni beladiri yang khas dan berbeda, dari seni beladiri tradisional lainnya di wilayah Jakarta Raya. Diterbitkan oleh O'ong Maryono Pencak Silat Award dan Yayasan Pustaka Obor Bila berminat, silahkan pesan mumpung masih promo seharga Rp. 85.000,- per eksemplar. Hubungi : Yayasan Kampung Silat Petukangan Jl. Ciledug Raya No. 46 RT. 006 RW. 04 Kel. Petukangan Utara Kec. Pesanggrahan Kota Adm Jakarta Selatan Provinsi DKI Jakarta. Telepon : 081382318573 (Aziz) 089615639610 (Rido)

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

M. SAIDI; PAHLAWAN KAMPUNG PETUKANGAN Alm. Pahlawan M. Saidi lahir pada tahun 1925, putra dari alm H. Taing dan gugur pada hari Kamis tanggal 23 Agustus 1945 kurang lebih jam 11. 00 WIB. Catatan diatas bersumber dari MEMO : Surat - Penyerahan sehelai Bendera RI/Sangkaka Merah Putih, pusaka alm. M. Saidi bin H. Taing oleh Hamdanih selaku ahli waris dwngan disaksikan oleh M. Jachya (Ketua RW 06) dan Djayanih (Ketua RT 001/06). Bendera merah-putih tersebut dipergunakan alm M. Saidi pada waktu Perang Kemerdekaan RI tahun 1945 di wilayah Kebayoran Lama Jakarta Selatan, kepada Pemerintah Republik Indonesia yang dalam hal ini diwakili oleh Lurah Petukangan Selatan, Bapak H. A. Salam untuk disimpan dan dirawat sebaik-baiknya sebagai salah satu bukti sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. (Sumber : Bung Alifudin salah satu keponakan alm M. Saidi dan sekaligus keponakan alm, Bung Didi Supriadi selaku Ketua Karang Taruna Kec. Pesanggrahan Kota Adm Jakarta Selatan, Yayasan Kampung Silat Petukangan)