Palang Pintu Resepsi Muhamad Hafiz di Tangerang Banten

CATATAN KAMPUNG SILAT PETUKANGAN 

 "Berapa banyak batang bambu, sisik melik berkawan-kawan - Berapa banyak eluh punya lagu, mati mendelik masing guah lawan"  Walau tak lagi muda, tapi Baba Dasik Aripin (75 tahun) terlihat "gagah" berpantun "jago" pada Prosesi Palang Pintu dalam rangka Resepsi Pernikahan Listya-Hafiz belum lama ini di Kampung Rajeg, Tangerang-Banten.  Selama hidupnya, Baba Dasik Aripin "mewakafkan" dirinya untuk pembinaan dan pengembangan jurus Beksi yang selalu mengiringi saat Prosesi Palang Pintu, sejak dulu hingga kini.  Apa sebab?  Menurut Baba Dasik Aripin bahwa beliau merasa "berhutang budi" kepada tokoh/pahlawan Beksi Petukangan alm H. Godjalih yang telah memberikan nama Dasik Aripin saat kelahirannya.  Dan beliau berharap bahwa dirinya dengan jurus Beksi akan terus mengiringi Prosesi Palang Pintu hingga akhir hayat. Selain itu, terus membina generasi muda Beksi agar tetap giat berlatih Beksi rutin setiap minggunya.  Dan alhamdulilah, Beksi telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Provinsi DKI Jakarta oleh Kemendikbud RI, serta telah ditetapkannya Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia oleh UNESCO.  Oleh karena itu, mari kita bersama untuk terus membina, mengembangkan, melestarikan, memanfaatkan karya budaya masyarakat Betawi agar tetap lestari dan tak tergerus oleh jaman.  (Kampung Silat Petukangan)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

M. SAIDI; PAHLAWAN KAMPUNG PETUKANGAN Alm. Pahlawan M. Saidi lahir pada tahun 1925, putra dari alm H. Taing dan gugur pada hari Kamis tanggal 23 Agustus 1945 kurang lebih jam 11. 00 WIB. Catatan diatas bersumber dari MEMO : Surat - Penyerahan sehelai Bendera RI/Sangkaka Merah Putih, pusaka alm. M. Saidi bin H. Taing oleh Hamdanih selaku ahli waris dwngan disaksikan oleh M. Jachya (Ketua RW 06) dan Djayanih (Ketua RT 001/06). Bendera merah-putih tersebut dipergunakan alm M. Saidi pada waktu Perang Kemerdekaan RI tahun 1945 di wilayah Kebayoran Lama Jakarta Selatan, kepada Pemerintah Republik Indonesia yang dalam hal ini diwakili oleh Lurah Petukangan Selatan, Bapak H. A. Salam untuk disimpan dan dirawat sebaik-baiknya sebagai salah satu bukti sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. (Sumber : Bung Alifudin salah satu keponakan alm M. Saidi dan sekaligus keponakan alm, Bung Didi Supriadi selaku Ketua Karang Taruna Kec. Pesanggrahan Kota Adm Jakarta Selatan, Yayasan Kampung Silat Petukangan)